Sabtu, 10 April 2010

Mengajarkan Gemar Membaca Pada Anak Sejak Dini

Untuk membuat aktivitas membaca menjadi suatu kegemaran, hal yang harus dimiliki oleh seseorang adalah minat membaca. Bila seseorang tidak memiliki minat membaca, maka jangan harap dia menjadi gemar membaca. Walaupun sudah disodorkan setumpuk bahan bacaan, tetap saja tidak ada satupun yang disentuhnya apalagi dibaca. Hal ini juga terjadi pada anak-anak usia sekolah, dimana aktivitas bermain lebih mendominasi aktivitas sehari-harinya.

kebanyakan orang menggunakan waktunya untuk membaca tidak lebih dari 1 %. Hal itu pun terbatas pada saat menerima pelajaran disekolah atau membaca judul-judul disurat kabar tanpa membaca isinya secara keseluruhan. Padahal jika mereka mau menambah aktivitas membaca 10% saja dari waktunya dalam sehari, sudah banyak manfaat yang bisa dipetik.

Jadi waktu yang tersedia untuk kita dalam satu hari, gunakanlah untuk membaca. janganlah malas membaca selagi ada kesempatan. Carilah pengetahuan dan pengertian melalui banyak membaca. Begitu juga dengan anak-anak, berilah contoh dari orang dewasa yang gemar membaca. Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak untuk mencari pengetahuan baru yang belum dikenalnya, sehingga dapat merangsang keiinginan hatinya untuk mencari hal baru melalui bahan bacaan.

1. Tumbuhkan Minat Membaca Kepada Anak Sejak Dini

a. Bermain Sambil Membaca

Buku merupakan jendela dunia menuju pengetahuan. Akan tetapi, banyak orang tidak memanfaatkan sumber pengetahuan ini secara maksimal. Hal ini terjadi pada anak-anak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kebanyakan mereka malas membaca, kecuali jika mereka harus membaca materi untuk menghadapi ujian dan waktunya pun kurang dari satu jam. Tentu saja, hal ini sangat mempengaruhi wawasan dan pengetahuan mereka.

Melihat fenomena ini, ada rasa kekhawatiran dari orang tua yang tidak ingin melihat anaknya menjadi anak bodoh dan tidak memiliki wawasan. Hal ini karena sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui pembelajaran dan membaca. Menumbuhkan minat membaca kepada anak agar menjadi suatu kebiasaan yang positif bukanlah suatu yang mudah.

Mengapa membaca itu sangat penting? berikut ini pengalaman sebut saja namanya Bondan ketika masih duduk dibangku sekolah dasar. Pada waktu itu media elektronika belum sengencar sekarang ini, kami lima bersaudara selalu mencari hiburan atau kegiatan layaknya anak kecil. Setelah pulang sekolah dan makan siang, biasanya anak-anak diharuskan tidur siang. Kemudian sore hari dipakai untuk belajar. Dengan demikian ketika beljar, otak kami benar-benar dalam keadaan segar. Akan tetapi kegiatan tersebut jarang kami lakukan. Kami ingin segera bermain karena bermain adalah kegiatan yang paling kami tunggu setelah melakukan rutin yang membosankan disekolah. Oleh karena itu tidak jarang orang tua kami memarahi kami.

Orang tua tidak kehilangan akal untuk menambah aktivitas lain selain bermain. Yaitu dengan membelikan sejumlah buku cerita, baik yang bergambar maupun tidak. Dengan begitu dapat menimbulkan minat dan rasa keingintahuan untuk mengetahui keseluruhan isi cerita.

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa menyediakab buku-buku sebagai sarana pemenuhan kebutuhan rasa keingintahuan anak, dimulai ketika si anak sudah bisa membaca dengan sempurna. Anggapan itu sangat keliru. Hal yang benar adalah seorang anak sudah diberi buku segera setelah ia dilahirkan. Tentunya orang tualah yang harus menyampaikan informasi yang terdapat dalam buku kepada anak melalui proses mendengar. Saat anak mulai usia 6 tahun dan mulai bersekolah, ia sudah bisa menyerap sejumlah informasi yang sangat banyak. Bahkan lebih banyakdaripada yang akan anak pelajari selama hidupnya.

Hal yang perlu diperhatikan bahwa anak ini tidak memiliki kepandaian yang tinggi, kemudian diberikan pelajaran.Mereka adalah anak-anak biasa yang diberikan informasi sebanyak-banyaknya oleh orang tuanya pada usia yang masih sangat muda. Salah satunya melalui kegiatan membaca.

Memang tidak ada seorang anak yang secara khusus ingin belajar membaca kalau dia tidak mengetahui kegunaan membaca. Akan tetapi, semua anak ingin menyerap informasi yang ada disekeliling mereka. Mambaca adalah salah satu cara untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, tidak ada cara yang lebih ampuh selain merangsang minat membaca pada anak dengan cara bermain.

a.

a. Menggugah Minat Membaca

Minat ditandai dengan adanya rasa suka dan terikat pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. artinya, harus ada kerelaan dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang disukai. Anda bisa melihat betapa banyak orang dewasa dan anak-anak yang berpergian tanpa tujuan. Misalnya, mereka mendatangi pusat perbelanjaan tanpa adanya perintah. Bahkan mereka rela bersusah payah datang ketempat tersebut. Dengan demikian, timbulnya minat yang terjadi karena adanya penerimaan karena suatu hubungan antara diri sendiri dendan sesuatu diluar dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut maka semakin besar minat seseorang.

Adanya minat dalam diri seseorang juga dapat diungkapkan melalui peryataan yang menunjukan bahwa seseorang cenderung lebih menyukai suatu hal daripada hal yang lainya. Misalnya bimo lebih senang bermain play station. Artinya, Bimo memiliki cenderung berminat melakukan aktivitas bermain play station daripada minat membaca. Minat dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam aktivitas tertentu.

Seseorang yang menyukai suatu hal, biasanya akan termotisivasi dan mau melakukan aktivitas tersebut. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa minat menjadi kekuatan tersendiri untuk melakukan suatu hal. Senada dengan hal ini Crow dan Crow menjelaskan bahwa minat merupakan kekuatan pendorong yang menyebabkan seseorang menaruh perhatian pada orang lain atau objek lain.

Perlu diketahui bahwa orang tua dan tenaga pendidik tidak hanya berhubungan dengan beberapa anak saja, tetapi meliputi seluruh aspek. Disamping itu, masing-masing anak mempunyai perilaku yang berbeda-beda. Ada anak yang sudah memiliki buku bacaan, tetapi belum membaca seluruhnya. Ada juga anak yang belum berminat dan sebagainya. Oleh karena itu kegiatan menumbuhkan minat yang dilakukan oleh orang tuadan tenaga pendidik juga harus dibedakan.